TEGAL — Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi para tenaga pendidik, SMP Negeri 10 Tegal kembali menggelar kegiatan rutin Hari Belajar Guru melalui wadah Komunitas Belajar (Kombel). Acara yang dihadiri oleh seluruh dewan guru ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Ruang Serbaguna SMP Negeri 10 Tegal.
Kegiatan Kombel kali ini menjadi momentum penting bagi pihak sekolah karena berfokus pada dua agenda strategis dalam dunia pendidikan saat ini, yakni Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dan optimalisasi pemanfaatan Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Agenda pertama dibuka dengan pemaparan materi yang komprehensif mengenai Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) oleh Ibu Dwi Retnoningrum, S.Pd., M.Pd. Dalam sesinya, beliau menekankan pentingnya merancang kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebijakan pusat, tetapi juga berpusat pada kebutuhan dan karakteristik peserta didik di SMP Negeri 10 Tegal.
“Kurikulum Satuan Pendidikan adalah roh dari proses pembelajaran di sekolah kita. Penyusunannya harus melibatkan analisis konteks yang matang yang berasal dari Rapor Pendidikan SMP Negeri 10 Tegal, agar visi dan misi sekolah yaitu “Terwujudnya Generasi Unggul yang Sehat, Cerdas, berkarakter dan Peduli Lingkungan” dapat terwujud nyata dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kita harus memastikan kurikulum ini fleksibel, adaptif, dan mampu memfasilitasi minat serta bakat anak didik kita,” papar Ibu Dwi Retnoningrum di hadapan para peserta.
Beliau juga mengajak para guru untuk berkolaborasi dalam merumuskan tujuan pembelajaran yang terintegrasi dengan penguatan karakter profil pelajar Pancasila.
Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai Ruang GTK yang dibawakan oleh Ibu Amaliah Utami, S.Pd. Sesi ini berfokus pada tata kelola administrasi guru, pengembangan karier, serta pemanfaatan platform digital yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan untuk mendukung kinerja pendidik.
Ibu Amaliah Utami secara interaktif memandu rekan-rekan sejawatnya untuk memahami fitur-fitur penting dalam Ruang GTK. “Pemanfaatan sistem dan pengelolaan administrasi di Ruang GTK sangat esensial bagi pengembangan profesi kita. Dengan memahami alur dan sistem pelaporannya, guru-guru tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga memiliki peta jalan yang jelas untuk peningkatan kompetensi dan jenjang kariernya ke depan,” jelas Ibu Amaliah.
Kegiatan Hari Belajar Guru ini berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para guru tampak aktif berdiskusi, bertukar praktik baik, dan melakukan tanya jawab terkait kendala yang dihadapi di lapangan.
Melalui kegiatan Komunitas Belajar yang rutin dan terstruktur seperti ini, SMP Negeri 10 Tegal berharap dapat terus mencetak tenaga pendidik yang profesional, inovatif, dan melek teknologi. Sinergi antara pemahaman manajerial kurikulum yang baik dan tertibnya administrasi GTK diyakini akan bermuara pada satu tujuan utama: memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa-siswi SMP Negeri 10 Tegal.
