TEGAL — Dalam upaya meningkatkan minat baca dan mengasah keterampilan jurnalistik siswa, Perpustakaan Dasa Widya Pustaka SMP Negeri 10 Tegal sukses menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Literasi Perpustakaan dan Pelatihan Menulis” pada hari Rabu, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang bertempat di lingkungan sekolah ini menyoroti pentingnya integritas dalam berkarya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Hadir sebagai narasumber utama dalam acara tersebut adalah Ibu Kartika Eka Okiriyanti, S.Pd., seorang pendidik sekaligus penggiat literasi yang dikenal aktif memajukan budaya membaca di Kota Tegal. Dalam sesi pelatihannya, Ibu Kartika membagikan teknik-teknik dasar merangkai ide, menyusun kerangka tulisan, hingga memproduksi sebuah artikel yang menarik dan berbobot.
Namun, ada satu pesan krusial yang menjadi sorotan utama dalam sosialisasi kali ini: larangan keras penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam menulis artikel.
Di hadapan puluhan siswa yang hadir, Ibu Kartika menegaskan bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan seperti generator teks instan justru bisa menjadi bumerang bagi perkembangan kognitif generasi muda jika disalahgunakan.
Beliau memaparkan bahwa ketergantungan pada mesin pencipta teks dapat menghilangkan esensi dari literasi itu sendiri. Tulisan yang dihasilkan oleh AI seringkali tidak memiliki “ruh” dan gagal mencerminkan opini pribadi penulisnya. Lebih jauh lagi, kebiasaan ini dikhawatirkan akan memicu budaya plagiarisme dan keengganan siswa untuk melakukan riset membaca buku secara langsung.
Pihak Perpustakaan Dasa Widya Pustaka SMP Negeri 10 Tegal sangat mendukung penuh kampanye anti-AI dalam penulisan tugas sekolah ini. Melalui acara ini, pihak sekolah mendorong agar siswa kembali menjadikan perpustakaan sebagai jantung literasi—tempat di mana mereka bisa mencari referensi dari buku-buku fisik berkualitas tinggi untuk menyusun karya yang seratus persen orisinal.
Kegiatan ini berlangsung dengan sangat interaktif dan disambut antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak siswa yang berdiskusi dan menggali tips tentang bagaimana mengatasi writer’s block (kebuntuan menulis) tanpa harus mengambil jalan pintas menggunakan aplikasi kecerdasan buatan.
Melalui pelatihan ini, SMP Negeri 10 Tegal berharap para siswanya tidak hanya menjadi generasi yang gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya tulis yang otentik, jujur, berintegritas, dan murni dari hasil jerih payah pemikiran mereka sendiri.
