TEGAL, 22 Agustus 2026 — Dalam upaya menjawab tantangan pendidikan di abad ke-21, Komunitas Belajar SMP Negeri 10 Tegal sukses menyelenggarakan kegiatan “Hari Belajar Guru” pada hari Sabtu (22/8/2026). Berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, acara ini menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi puluhan tenaga pendidik agar lebih adaptif terhadap teknologi.
Transformasi Pembelajaran di Era Digital
Menghadirkan Anton Suryanto, S.Pd. sebagai narasumber utama, kegiatan kali ini mengusung tema yang sangat relevan, yakni “Transformasi Pembelajaran di Era Digital”. Dalam paparannya, Anton menekankan bahwa peran guru kini bergeser menjadi fasilitator. Oleh karena itu, penguasaan terhadap teknologi cerdas sangat dibutuhkan agar pembelajaran di kelas menjadi lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar siswa generasi masa kini.
Praktik Langsung Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)
Keunggulan dari kegiatan Hari Belajar Guru kali ini adalah porsi praktik langsung (hands-on) yang komprehensif. Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung dibimbing untuk menggunakan berbagai perangkat kecerdasan buatan (AI) mutakhir pendukung pembelajaran.
Fokus praktik dalam pelatihan ini meliputi:
- Lovable.dev: Guru diajak melakukan praktik merancang dan membuat website pembelajaran secara instan dan interaktif, tanpa memerlukan keahlian coding tingkat lanjut.
- Notebook LM: Peserta berlatih menggunakan alat ini untuk menyaring dan menentukan materi pembelajaran esensial dari berbagai dokumen, sekaligus memanfaatkannya untuk menyusun bahan presentasi (PPT) dengan cepat.
- Claude: Praktik merancang prompt atau instruksi cerdas untuk menciptakan konsep dan logika game edukasi yang menyenangkan guna memotivasi belajar siswa.
Harapan dan Tindak Lanjut
Melalui inisiatif Komunitas Belajar ini, SMP Negeri 10 Tegal berharap para pendidik dapat langsung mengimplementasikan inovasi digital tersebut ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mereka. Integrasi teknologi AI seperti Lovable.dev, Notebook LM, dan Claude diyakini mampu memangkas beban kerja administratif guru sekaligus menciptakan ekosistem belajar yang jauh lebih modern dan menarik bagi siswa.
