PENERAPAN PSE DI SEKOLAH DAN PEMANFAATAN AI TOOLS DALAM PEMBELAJARAN

Tegal – Kegiatan Komunitas Belajar Top Ten UPTD SPF SMP Negeri 10 Tegal yang ke 4 di minggu pertama bulan Oktober ini mengangkat tema yang sedang tren saat ini, “Pemanfaatan AI Tools dalam pembelajaran” dan Pembelajaran Sosial Emosional. Kegiatan Komunitas Belajar  yang diselenggarakan pada hari Selasa, 1 Oktober 2024 ini, bertempat di ruang Laboratorium Serbaguna SMP N 10 Tegal dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 14.30 WIB dengan peserta seluruh guru  SMP Negeri 10 Tegal dengan menghadirkan CGP Angatan X Kota Tegal, Ahmad Samsul Fajari, S.Pd dan Dwi Ana Fatmawati, S.Pd., sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD SPF SMP N 10 Tegal, Sukarmin, S.Pd., M.MPd. mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kesediaan bapak ibu guru untuk berbagi ilmu tentang Artificial Intelligence di sekolah ini dan selamat mengikuti materi yang akan disampaikan narasumber selanjutnya “Pembelajaran Sosial Emosional” walaupun kita sibuk menjelang pelaksanaan Asesmen Tengah Semester tetap semangat  supaya kita lebih memahami tentang Artificial Intelligence yang sangart dibutuhkan guru saat ini.

Dalam pemaparannya, dia menyampaikan bahwa “Jika kita tidak menguasai Artificial Intelligence (AI) maka kita akan digantikan oleh AI. Suka tidak suka kita sudah sampai pada masanya di era society 5.0. Dalam era ini, semua berbasis pada AI, robotik, dan Internet of things (IOT)”.

Pada sesi pertama  AS Fajari, S.Pd selaku narasumber memberikan materi CGP yang bertema ; “Pembelajaran Sosial Emosional”. Berkaitan dengan pemahaman diri, empati terhadap orang lain, serta kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif, sehingga penerapan PSE dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, menetapkan tujuan, dan mengambil keputusan dalam hidupnya. PSE memainkan peran peran sentral dalam proses pendidikan di Indonesia. Secara garis besar, PSE merupakan proses belajar yang berkaitan dengan pemahaman diri, empati terhadap orang lain, serta kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif. Antara lain meliputi aspek-aspek seperti keterampilan sosial, regulasi emosi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Ada sejumlah strategi untuk mengintegrasikan PSE dalam lingkungan pendidikan diantaranya kurikulum PSE, pelatihan guru dan siswa berbasis kasus. Adapun tujuan dari pembelajaran sosial emosional di sekolah antara lain: mencegah dan mengurangi konflik, membekali siswa di dunia nyata, menstimulasi kemampuan berinteraksi sosial PSE, dan meningkatkan empati terhadap siswa lain.

Pada sesi selanjutnya narasumber berbagi praktik baik ini tidak hanya berupa paparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik. Para peserta diajak untuk langsung mencoba beberapa AI tools yang diperkenalkan narasumber, seperti aplikasi ChatGPT, Gemini AI, Magic School dan lain sebagainya. Sesi praktik ini memungkinkan para guru untuk mengaplikasikan pengetahuan baru mereka dalam situasi yang nyata. “Pemanfaatan AI Tools dalam Pembelajaran” di SMP N 10 Tegal diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pengajaran di sekolah. Dari banyaknya keunggulan AI, ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh AI. Kemampuan yang bersifat Soft skill merupakan hal yang tidak bisa dilakukan oleh AI seperti kreativitas, problem solving, inovasi, komunikasi, dan hubungan inter personal.

Ada banyak manfaat AI yang bisa dirasakan di dunia pendidikan, seperti sistem pembelajaran hingga absensi. Dalam sesi ini narasumber mempraktikan bersama peserta Kombel: “ Cara cepat membuat pertanyaan dari video youtube dengan aplikasi Magic School AI dan membuat presentasi Power point dengan Gamma AI. Dalam sesi ini dipaparkan pula oleh narasumber bahwa keunggulan Artificial Intelligence (AI) antara lain materi pembelajaran bisa lebih mudah dipahami siswa, akses informasi lebih mudah, model pembelajaran bisa lebih efektif, menciptakan pendidikan yang lebih seru dan interaktif, menciptakan kurikulum pembelajaran yang lebih up to date,dan merangsang keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Dengan pemahaman dan keterampilan baru yang diperoleh, para guru diharapkan dapat lebih kreatif, inovatif dan efektif dalam mengajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. (Nunung C)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *