MENGUBAH GAYA HIDUP SISWA MELALUI BANK SAMPAH SMP 10 TEGAL

Persoalan sampah selalu menjadi topik yang tidak pernah habis dibahas dan semua negara menghadapinya, terutama di Indonesia. Di Indonesia persoalan sampah yang ada saat ini tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan, tapi menjadi persoalan serius yang berdampak pada perekonomian daerah terutama pada musim penghujan.

Bank Sampah merupakan sebuah konsep pengumpulan sampah kering kemudian dipilah. Selanjutnya memiliki manajemen layaknya seperti proses kegiatan di perbankan tapi yang ditabung bukanlah uang melainkan sampah. Seperti halnya yang terjadi di UPTD SPF SMP Negeri 10 Kota Tegal. Dalam hal ini khususnya warga sekolah terkhusus siswa termasuk bapak ibu guru dan staf TU yang ikut andil dalam peluncuran perdana dari program smp 10 yaitu GEMAS yang merupakan istilah dari Gerakan Menabung Melalui Bank Sampah (GEMAS) . Program GEMAS ini terkait juga tindak lanjut dari langkah terobosan menarik UPTD SPF SMP Negeri 10 Tegal, yang sudah didukung oleh bapak Sukarmin, S.Pd, M. MPd dalam menyongsong persiapan ke Langkah adiwiyata tingkat nasional setelah meraih tingkat provinsi di tahun 2022. Kegiatan menabung sampah GEMAS tersebut yang digagas oleh Moh Farkhan, S. Pd dan Arief Wiwoho S. Pd sebagai tim Adiwiyata. Dalam kegiatan tersebut siswa disebut sebagai nasabah dan memiliki buku tabungan serta dapat meminjam uang pada bank sampah yang nantinya pengembalian pinjaman dilakukan dengan sampah seharga uang yang dipinjam tersebut. Sampah yang dibawa siswa dan warga sekolah dilakukan penimbangan oleh petugas yang dalam hal ini yaitu oleh pihak DEWI SHINTA sebagai pengelola bank sampah sekaligus dihadiri oleh pihak DLH nantinya hasil penimbangannya di catat di buku rekening kemudian dihargai dengan sejumlah uang yang dimasukankan ke rekening siswa, nantinya bank sampah akan menjual sampah tersebut ke pabrik yang sudah melakukan kerjasama dengan bank sampah tersebut. Sedangkan plastik kemasan bisa dibeli oleh Kader Bank Sampah atau komunitas pengolah sampah yang berasal dari ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang kembali menjadi barang-barang kerajinan atau barang lainnya yang bernilai jual ekonomi.

Adapun tujuan dibentuknya bank sampah di UPTD SPF SMP Negeri 10 Kota Tegal adalah bagian dari sebuah strategi untuk membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat warga sekolah agar dapat memanfaatkan potensi sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Pengelolaan bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, tapi menjadikan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Bank sampah juga dapat menjadi solusi untuk mencapai lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman bagi warga sekolah. Harapannya dengan pola seperti ini mengajarkan semua siswa tidak hanya disiplin dalam mengelola sampah tapi juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kelola dan kumpulkan.

Bank sampah dapat dijadikan salah satu solusi alternatif dalam memecahkan persoalan sampah guna mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi semua siswa dan warga sekolah sekitar serta ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan. Sekecil apapun tindakan yang dilakukan pada akhirnya akan memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan bumi itu sendiri.

By Moh Farkhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *