Tegal, 22 November 2025 —Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di UPTD SPF SMP Negeri 10 Tegal Tahun Pembelajaran 2025/2026, dilaksanakan In House Training (IHT) dengan tema: “Aktivitas Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Kokurikuler” pada hari Sabtu, 22 November 2025 bertempat di Laboratorium serbaguna SMP 10 Tegal dengan narasumbber : Drs. Zaenal Arifin Faqih, M.Pd (Pengawas SMP Kota Tegal). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh guru SMP Negeri 10 Tegal dengan tujuan memperkuat kompetensi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang bermakna, serta meningkatkan kualitas asesmen sesuai dengan tuntutan kurikulum dan untuk peningkatan rapor pendidikan sekolah.
Kepala Sekolah SMP N 10 Tegal Sukarmin, S.Pd M.M.Pd menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan IHT ini merupakan bagian penting dari proses peningkatan kompetensi guru dan peningkatan rapor pendidikan sekaligus sebagai refleksi dan evaluasi kurikulum sekolah pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Pada acara inti narasumber (Drs. Zainal Arifin Faqih, M.Pd) memaparkan bahwa hakekat pembelajaran mendalam (deep learning) bertujuan untukmenciptakan pemahaman yang lebih kaya, terhubung, dan bermakna pada siswa, bukan sekadar menghafal informasi.Pembelajaran mendalam berfokus dalammengembangkan kemampuan seperti penalaran kritis, kolaborasi, dan kreativitas melalui pengalaman belajar yang aktif dan reflektif.Sedangkan komponen dalam pembelajaran mendalam ini melibatkan tiga pilar utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, yang melibatkan olah pikir, hati, rasa, dan raga.
Beliau memaparkan bahwa asesmen kokurikuler itu bertujuan untukmengevaluasi proses dan hasil pembelajaran yang terjadi di luar kegiatan intrakurikuler untuk mengukur pencapaian kompetensi dan dimensi karakter siswa. Ada dua jenis asesmen dalam pembelajaran mendalam yaitu Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif. Asesmen Formatif bertujuan untuk memantau proses belajar dan memberikan umpan balik bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran. Contohnya observasi, jurnal refleksi siswa, observasi keterlibatan siswa, penilaian diri, dan tanya jawab terbuka. Sedangkan Asesmen Sumatif bertujuanuntuk mengevaluasi hasil akhir dari kegiatan kokurikuler. Contohnyapenilaian kinerja seperti presentasi proyek, laporan pengamatan, produk kreatif, atau poster kampanye dari siswa.
Adapun hubungan pembelajaran mendalam dan asesmen kokurikuler merupakan integrasi kegiatan kokurikuler yang dirancang secara spesifik untuk mendukung pembelajaran mendalam, yang kemudian dinilai melalui asesmen kokurikuler. Contohnya sebuah proyek pemanfaatan sampah kertas dapat menjadi kegiatan kokurikuler untuk pembelajaran mendalam. Asesmen formatif dapat berupa observasi saat siswa berdiskusi, sedangkan asesmen sumatif bisa berupa produk akhir seperti presentasi rencana pengelolaan sampah atau tabel klasifikasi jenis kertas bekas yang dikumpulkan. Adapun fleksibilitaspelaksanaan dan asesmennya dirancang agar fleksibel, guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi kontekstual.
Selama pelaksanaan peserta IHT bapak ibu guru sangat aktif dalam sesi diskusi dan diharapkan dapat menyusun penilaian kokurikuler sesuai dengan karakter siswanya, Kegiatan ditutup dengan pemaparan hasil review kurikulum dan rencana tindak lanjut implementasi pembelajaran mendalam di SMP N 10 Tegal. Diharapkan melalui IHT ini, seluruh warga sekolah khususnya pendidik dan tenaga kependidikan di SMP 10 Tegal dapat mendukung program sekolah agar terciptanya 8 dimensi profil lulusan yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, mandiri, kesehatan dan komunikasi, sesuai dengan tuntutan zaman secara holistic dan terencana dengan baik dan sukses di masa depan mereka.(@Nhu2nk)



